Atasan Yang Pelit Kerjaan

Pada umumnya setiap atasan akan memberikan pekerjaan yang kadang sangat menumpuk sampai mengaharuskan si bawahan kerja overtime untuk menyelesaikan pekerjaan. Namun pernahkah kalian menemukan atau mengetahui ada atasan yang sulit membagi pekerjaan kepada bawahannya karena berbagai alasan?

Naah, saya mau share tentang atasan yang memiliki karakter pelit kerjaan dan faktor apa saja yang mempengaruhi seorang atasan tidak membagi kerjaan kepada bawahannya.

Photo by Hunters Race on Unsplash

To give some context, saya sudah 4 tahun bekerja untuk bagian technical pada sebuah perusahaan manufaktur. Departemen saya terdiri dari 7 orang staff dan 1 orang Manager, kami terbagi menjadi 2 tim, sebut saja Tim A (3 orang) dan yang lainnya di Tim B (4 orang). Untuk Tim A kami diberikan kebebasan penuh dalam menjalankan pekerjaan. Adapun atasan kami akan diberikan update pekerjaan serta diskusi untuk melakukan problem solving (dengan menyertakan opsi yang telah kami analisa). Kondisi ini sungguh berbeda dengan tim B. Mereka seolah tidak mendapat pekerjaan. Mereka tidak memiliki kebebasan dan hanya berkerja berdasarkan instruksi dan control langsung dari atasan kami.

Bahkan pernah anggota dari tim B mengungkapkan perasaan yang mereka rasakan yang dikarenakan oleh sikap atasan kami yang pelit kerjaan seperti itu. Rasa penasaran saya membawa saya untuk mengamati faktor apa yang mempengaruhi atasan saya bersikap seperti itu kepada tim B. Setelah melakukan pengamatan dan menggali lebih dalam dengan atasan saya, didapatkanlah kesimpulan sebagai berikut:

Sifat perfeksionis dari atasan

Seorang perfeksionis adalah karakter atau sifat dari seseorang yang memiliki standard tinggi dan mengejar kesempurnaan. Atasan kami memang memiliki sifat perfeksionis ini, jadi beliau tidak mudah memberikan pekerjaan dikarenakan lebih suka mengerjakannya sendiri karena khawatir hasil dari pekerjaan bawahannya tidak sesuai dengan standard tinggi yang beliau miliki.

Tidak percaya terhadap kemampuan bawahannya

Kepercayaan seorang atasan terhadap bawahannya terkait kemampuan menyelesaikan pekerjaan sangat erat hubungannya dengan poin nomor satu diatas, namun hal ini sebenernya bisa diatasi dengan pemberian peningkatan skill melalui program training. Namun seorang bawahanpun memiliki hak untuk mendapatkan kesempatan dalam menunjukkan kemampuannya dalam menuntaskan pekerjaan.

Takut kehilangan panggung

Hal ini merupakan bagian dari politik dalam bekerja. Seorang atasan yang meiliki pemikiran seperti khawatir jika bawahannya bisa mandiri maka dia tidak memiliki peranan penting lagi dalam tim, sehingga dapat mengancam posisinya sebagai atasan. Oleh karena rasa khawatir yang besar tersebut, seorang atasan memberikan batasan kepada bawahannya untuk berkreasi. Dengan anggapan peran dia tetap terjaga dan posisinya akan tetap aman.

Bagi saya tidak ada atasan yang sempurna, didalam keunggulannya pasti ada kekurangannya. Positifnya adalah jika memiliki atasan seperti ini yaitu dia akan bertanggungjawab penuh terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh timnya, membuat bawahan menjadi merasa nyaman. Namun nyaman saja apakah sudah cukup?

Kategori: Drama Kantor

Baca Juga:

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments