Bahasa Inggris Mengantarku Menjadi Seorang Programmer

Mungkin banyak yang menyangka, pekerjaan yang sekarang aku geluti adalah hasil dari kuliah dan belajar otodidak programming, tapi bukan, ada kisah lucu yang penuh hikmah di balik itu semua. Lulus tahun 2015 dengan gelar Sarjana Sains Terapan dari sebuah Politeknik di Surabaya, membuatku galau antara memilih untuk mencari kerja atau melanjutkan kuliah. Pasalnya, tidak banyak lowongan kerja yang sesuai dengan jurusan kuliahku yang mana mempelajari setengah ilmu elektronika dan setengah ilmu informatika.

Photo by Clarissa Watson on Unsplash

Akhirnya aku memaksakan diri untuk terjun di dunia web programming dengan belajar otodidak sambil menyiapkan berkas beasiswa LPDP. Singkat cerita, ketika pilihan mengejar beasiswa sudah hangus, akhirnya aku mengikuti beberapa tes kerja di bidang teknologi informasi. Atas izin Tuhan, aku menjalani tahapan lanjutan interview kerja di beberapa BUMN. Dengan kemampuan web programmingku yang dibilang sangat minim, karena baru bisa create data dan membuat form, aku cukup beruntung bisa di terima sampai tahapan user interview. Di tahapan inilah kemampuanku diuji.

Singkat cerita, aku dinyatakan gagal di tahapan user interview ini. Di dalam kereta perjalanan ke Surabaya, aku melamun mempertanyakan nasibku setelah ini, kemana aku harus pergi, dan bagaimana aku nanti ke depannya. Tiba-tiba sebuah pesan singkat masuk

Selamat anda diberi kesempatan untuk mengikuti tes gelombang ke-2 interview dengan direktur PT XXXXXX. Silahkan mengakses website resmi perusahaan untuk mengakses info selanjutnya

Aku kaget dan menangis didalam kereta, hal itu membekas sekali, rasanya seperti baru kemarin aku mengalami momen yang mengubah hidupku. Aku mempersiapkan interview itu dengan sebaik-baiknya, mulai mempelajari lagi secara teori tentang data, dan mempelajari semua tentang perusahaan tersebut.

Hari interview tiba, dengan mengenakan setelan wawancara yang baru kubeli dengan uang tabungan terakhirku aku tiba lebih awal dan menunggu giliran interview. Setiap kali kandidat lain keluar dari ruangan interview, beberapa dari mereka tampak menangis atau mata nya merebak menahan tangis. Aku menggenggam tanganku, meyakinkan diri kalau aku pasti bisa. Namaku akhirnya dipanggil, dan aku duduk di depan Direktur Komersial.

“Would you like to introduce yourself in English”

ujar beliau.

Aku sempat kaget karena harus interview dengan bahasa inggris, yang mana adalah skill utamaku. Alhamdulillah, aku bisa menjawab semua pertanyaan di interview itu dengan sangat lancar dan beliau sangat mengapresiasi kemampuan bahasa inggris dan komunikasi ku. Interview ditutup dengan wejangan ESQ singkat dari beliau yang mana menjadi jawaban kenapa kandidat lain keluar dengan mata agak berkaca kaca atau bahkan menangis. Usai interview, aku baru mengetahui bahwa beliau ini adalah lulusan universitas ternama di Australia, tidak heran kemampuan bahasa inggris beliau sangat mumpuni.

Di tengah bulan puasa, aku mendapatkan kabar yang membuatku bersujud syukur, AKU DITERIMA menjadi staff programmer di salah satu perusahaan BUMN. Perjalanan karirku yang sangat panjang berawal dari sini. Aku tidak menyangka, kemampuan bahasa inggrisku bisa membawaku menjadi seorang staff programmer di perusahaan BUMN.

Kategori: Awal Karir / Recruitment

Baca Juga:

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments