Bertahan Demi Keluarga

Sebagai seorang ibu dan sudah berada di usia mid-40s, besar harapan saya untuk dapat memberikan waktu lebih banyak untuk keluarga, terutama anak yang masih dalam masa pertumbuhan dan sangat membutuhkan sosok orang tua. Selain untuk keluarga, pastinya saya juga membutuhkan waktu untuk diri saya sendiri seperti menjalani hobi saya di bidang tanaman, atau sesimple berleyeh-leyeh menonton drama korea. Tapi sepertinya harapan tersebut masih sebatas harapan semu untuk saat ini..

Untuk mereka yang menyukai tantangan, mungkin mereka akan terpacu dengan apa yang saya alami. Lebih dari 20 tahun saya berkarir, saya merasakan tekanannya makin lama makin tinggi. Sempat ditawari untuk menjadi salah satu pimpinan bagian, tapi saya jelas menolaknya. Karena menjadi seorang pimpinan pasti bertambah tanggung jawab yang bisa berdampak pada waktu saya.

Ditambah lagi, beberapa tahun terakhir saya mendapatkan atasan yang super pintar, memiliki ekspektasi tinggi terhadap staffnya, serta suka mendevelop anak buahnya agar lebih maju lagi. Bagus ya sebetulnya? Haha tapi hal tersebut sangat menjadi beban bagi saya… Kembali lagi ke awal dimana memang saat ini saya sudah tidak butuh didevelop lagi.

Perasaan saya semakin tidak karuan karena satu persatu teman seperjuangan, seangkatan, atau seumuran saya mulai resign. Lalu mengapa saya tetap bertahan? Banyak juga yang mempertanyakan hal tersebut. Kepikiran resign? Pasti. Terus kenapa tidak dilakukan? Banyak faktornya, salah satunya karena kebutuhan. Kebutuhan anak yang semakin lama semakin tinggi, belum lagi kebutuhan untuk mempertahankan gaya hidup.

Intinya, saat ini saya bertahan hanya untuk tetap mendapatkan stable fixed income, meskipun memang banyak hal di kerjaan ini yang tidak sesuai dengan saya sehingga beberapa kali menjadi beban dan stress untuk saya. Tapi untuk pindah kerja pun tidak ada yang bisa memastikan akan less stress sehingga saya memilih untuk tetap di pekerjaan ini, setidaknya selain terkait pekerjaan, lingkungan sekitar bukan tipe yang menyebalkan.

Kategori: Drama Kantor

Baca Juga:

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments