Cuti Tidak Sama Dengan Liburan atau Travelling

Cerita yang aku punya ini yakin 100% adalah curahan hati banyak pekerja di tahun 2020, tahun pertama Covid-19 menyerang Indonesia. Di tahun ini, cara orang bekerja, apapun industri nya, apapun role nya, pasti berubah. Yang paling berasa adalah dari kerja di kantor jadi Work from Home (WFH). Super excited banget sama WFH! Wah gak usah dandan, gak usah bangun pagi-pagi banget buat ngejar waktu di jalan berangkat ke kantor. Tinggal buka laptop dari kamar, pake baju rumah, kalau gak diminta open camera saat meeting bisa sambil tiduran di kasur dengerin orang-orang ngomong.

Tapi memang, segala sesuatu pasti ada efek sampingnya, termasuk WFH ini. Dari adanya jam kerja kalau kerjanya di kantor, berubah menjadi gak punya jam kerja ketika WFH. Karena WFH memberikan kenyataan kalau you can be reached out anytime since the only thing you need is a laptop…

Jadi, kolega atau senior di kantor, boss-boss, client, semua nya somehow bisa kapan aja ngajak meeting, minta data, nanya sesuatu. Karena mereka (dan kita semua) mikir, kalau WFH ya tinggal buka laptop kan buat ngerjainnya. Berbulan-bulan WFH, kini meeting atau kerjaan di atas jam 7 malem setiap hari nya menjadi hal yang sangat wajar.

Sampai akhirnya aku sadar, WFH ternyata bisa capek juga loh. Memang aku gak keluar rumah, tapi mata mantengin laptop, otak disuruh mikir terus, belom lagi kalau meeting online yang nonstop dari pagi sampai malem. Dengerin orang-orang ngomong dengan topik dan masalah yang berbeda-beda setiap jam nya membutuhkan fokus yang luar biasa bikin capek, dan berujung pada….burnout atau kelelahan secara emosional, mental, dan akhirnya fisik!

One and only solusi nya, istirahat atau kita sebagai pekerja lebih seneng dengernya: CUTI.

Tapi sebagai junior di kantor, apalagi disaat kerjaan lagi banyak, mau izin cuti itu kayaknya kok segan ya, apalagi ketika WFH, harus pinter cari-cari alasan buat cuti.

Sampai beberapa minggu sebelum hari lebaran 2020, secercah harapan muncul! Ini dia yang ku tunggu-tunggu: cuti bersama lebaran dari pemerintah! Wah gak sabar banget, akhirnya aku bisa istirahat beberapa hari tanpa harus izin mau cuti ke boss.

Beberapa hari mendekati hari raya Idul Fitri 2020, tiba-tiba pemerintah memberikan pengumuman, bahwa cuti bersama lebaran dibatalkan dan dipindahkan ke hari raya natal dan tahun baru, which masih beberapa bulan lagi. Hal tersebut dikarenakan pemerintah mencegah masyarakat mudik atau berlibur ke luar rumah sehingga dapat menekan penularan COVID-19.

Bete banget sih, tapi BAIKLAH aku coba mengerti situasi saat itu, dan masih ada harapan karena cuti bersamanya dipindahkan ke akhir tahun. Yuk bisa yuk beberapa bulan lagi.

Tiba akhirnya, bulan Desember 2020, baru kali ini menunggu se-gak sabar itu hanya untuk istirahat dari kerjaan. Namun, seminggu menjelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, pemerintah kembali memberikan pengumuman bahwa kasus COVID-19 di negara kita belum membaik, sehingga cuti bersama Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 pun dibatalkan.

Kesel dan marah banget dengan keadaan! Rasanya pengen teriak ke semua orang, aku cuma butuh istirahat! Cuti bukan berarti kita keluar rumah, berlibur ke luar kota, travelling ke banyak tempat! Cuti tidak sama dengan semua hal itu!

Cuti bisa banget berarti menutup laptop, berhenti sejenak dari pekerjaan, mengistirahatkan mata, pikiran, dan badan, dan ini bisa dilakukan di dalam rumah loh.

Tidak adakkah yang meninjau bahwa kami para pekerja, walaupun WFH tetap ada yang namanya stress dari pekerjaan, sehingga tetap membutuhkan waktu untuk istirahat, dan cuti bersama bisa sangat membantu mewujudkan hal tersebut? Cuti tidak sama dengan pergi ke luar rumah untuk berlibur or travelling.

Ketika kami para pekerja yang WFH izin ingin cuti, tolong dengan sangat berhenti menormalisasikan pertanyaan-pertanyaan “Loh kok cuti, emang mau kemana? Kan gak boleh keluar kota lagi pandemi gini.”

Cuti adalah hak kami para pekerja untuk beristirahat sejenak sehingga bisa kembali lagi bekerja dengan semangat dan fokus yang lebih baik. Sesederhana itu kok.

Kategori: Drama Kantor

Baca Juga:

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments