Di-ghosting Setelah Diberikan Offering

Pengalaman tidak ada kabar lanjutan, atau jika mengutip dari bahasa jaman sekarang “di-ghosting” setelah proses interview sudah cukup banyak. Tapi bagaimana jika di­-ghosting setelah dinyatakan lulus dan sudah diberikan offering? Ini adalah pengalaman yang sangat baru bagi saya..

Mencoba flashback, di suatu hari yang tenang tiba-tiba saya dihubungi melalui Linkedin oleh seseorang HRD dari suatu perusahaan bank swasta di Jakarta. Beliau menginfokan bahwa terdapat posisi di perusahaan tersebut yang cocok dengan profil saya. Karena pada saat itu saya memang sedang “open to work” maka saya merespon pesan tersebut dan berlanjut hingga akhirnya saya dijadwalkan untuk interview dengan calon user saya.

Interview dan offering

Kekecewaan pertama muncul saat jadwal interview yang diinfokan ternyata berbeda dengan yang ada di email invitation. 1 hari sebelumnya, beliau menginfokan jadwal interview saya adalah lusa, kemudian beliau mengirimkan email di keesokan harinya pukul 9 pagi yang isinya adalah jadwal interview saya di hari itu juga pukul 10 pagi. Saya tidak memperpanjang hal tersebut karena kebetulan jadwal saya di saat itu sedang kosong, meskipun jadinya tidak ada persiapan.

Interview berjalan lancar, sore harinya saya langsung dikabari bahwa tahap interview sudah selesai dan saya tinggal memenuhi dokumentasi serta offering. Ternyata offering yang diberikan cukup di bawah dari ekspektasi saya. Hal yang paling mengganjal saya adalah terkait pangkat dan basic salary, dimana pangkat saya jadi turun dari pangkat eksisting saya serta basic salary yang tidak mengalami peningkatan (hanya saja ada tambahan tunjangan-tunjangan). Hal ini membuat saya memberikan counter-offer.

Hilang mendadak

Tidak disangka, itu menjadi akhir dari percakapan saya dengan beliau. Setelah 1 minggu tidak ada kabar saya mencoba menghubungi beliau kembali namun tidak ada respon. Sampai akhirnya 1 bulan berlalu dan saya sudah tidak berharap lagi. Kekecewaan saya karena saya sudah di tahap akhir, jika memang tidak bisa sebaiknya dibicarakan baik-baik secara profesional agar hubungan kami tetap berjalan dengan baik, bukan menghilang begitu saja.

Plot twist, perusahaan tersebut menghubungi saya kembali di Linkedin (melalui orang yang berbeda) mencoba untuk menawarkan posisi sebelumnya. Setelah saya menjelaskan bagaimana kondisinya, seorang HRD tersebut (yang menghilang) baru membalas pesan saya dengan mencoba memberi penjelasan dan memaksa untuk menelpon saya. Tapi maaf, saya sudah kecewa..

Kategori: Recruitment

Baca Juga:

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments