Hijrah: From Teknik Kimia to Data Analyst

Perkembangan teknologi yang sangat pesat dalam kurun waktu 5 tahun kebelakang menjadi pemicu banyaknya perusahan-perusahaan start up bermunculan. Dengan branding jam kerja fleksibel, work from anywhere, gaji yang oke, teman-teman kerja sebaya, siapa sih yang nggak tertarik untuk terjun ke dunia start up? Tentu saja saya adalah salah satu orang yang tergiur dengan culture startup tersebut.

Kalau bisa langsung pindah, saya sudah pasti akan langsung pindah saat itu juga. Problem saya saat itu hanya satu, saya seorang lulusan Teknik Kimia. Latar belakang pendidikan saya sangat jauh dari kebutuhan tech-startup pada umumnya sehingga untuk pindah karir, bukanlah perkara mudah.

Namun, background pendidikan yang tidak inline tidak mematikan semangat saya untuk bisa bekerja di tech companies. Jika ada kemauan, pasti ada jalan!

Saya mulai browsing-browsing mengenai roles yang ada di perusahaan tech. Sebelumnya, saya beranggapan bahwa untuk bisa kerja di tech companies, saya harus bisa ngoding. Namun setelah research lebih lanjut, saya baru sadar bahwa tech companies juga seperti perusahaan pada umumnya. Roles-roles non technical juga tetap dibutuhkan.

Langkah selanjutnya adalah mencari lowongan yang menerima kualifikasi all major karena hampir tidak ada lowongan yang mencari lulusan Teknik Kimia untuk tech companies. Saya diterima sebagai Business Architect di sebuah perusahaan software company di Jakarta.

Setelah mengenal dunia IT lebih dekat, saya mulai tertarik untuk mempelajari bidang yang lebih technical, yaitu Data. Saya mulai mencari-cari course di internet mengenai data dan saya mulai minta ditempatkan di project-project yang berhubungan dengan data agar dapat mempraktikan apa yang telah saya pelajari di internet.

Setelah cukup pede dengan skill data, dan sudah mengantongi beberapa project yang berhubungan dengan data di CV saya, saya mulai mencari-cari lowongan sebagai Data Analyst. Proses ini sudah pasti tidak mudah karena saya harus bersaing dengan orang-orang IT yang memang mempelajari data ketika kuliah. Namun pada akhirnya saya mendapatkan pekerjaan sebagai Data Analyst di sebuah start up logistik.

Mempelajari sebuah bidang baru yang sama sekali belum pernah kita sentuh memang pasti akan membuat kewalahan dan tidak banyak juga orang yang berhenti ditengah jalan, namun jika terus dijalani dan dipaksakan (awalnya), lama-lama akan menjadi lebih mudah.

Teknologi juga berkembang dengan sangat amat cepat, bahasa yang kita kuasai saat ini belum tentu masih tetap akan dipakai 5 tahun kedepan. Maka dari itu, kita dituntut untuk terus belajar agar dapat survive.

Semangat untuk yang sedang berusaha pindah bidang pekerjaan!

– nad

Kategori: Perubahan Karir

Baca Juga:

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments