Ilmu Sosial Vs. Ilmu Eksak

meninggalkan jurusan kuliah untuk bekerja sebagai management trainee di bank

Pencarian kerja setelah lulus

Kegelapan dalam memilih jurusan berdampak pada kegelapan saya dalam memilih karir. Lulus setelah 4 tahun struggling kuliah di Psikologi, membuat saya cukup bingung saat melamar pekerjaan. Ruang lingkup karir cukup terbatas karena saya hanya berbekal “sarjana” tanpa profesi, belum lagi saingan dari lulusan ilmu sosial lainnya, akhirnya saya mencoba melamar pekerjaan sesuai jurusan saya, yang mayoritas berhubungan dengan human resources. Untungnya di kala itu sudah terdapat program Management Trainee.

Akhirnya selain saya melamar ke bagian human resources, saya juga mencoba peruntungan dengan mendaftarkan diri sebagai Management Trainee di beberapa perusahaan. Setelah sempat mengawali karir sebagai Training Specialist dimana pekerjaan tersebut sangat sesuai dengan jurusan saya selama 1 bulan, saya akhirnya memutuskan untuk memilih memulai karir baru sebagai peserta didik di salah satu bank swasta di Jakarta karena saya melihat adanya prospek karir yang lebih baik dibandingkan pekerjaan saya saat itu.

Tidak ada ilmu yang sia-sia

Perubahan dari ilmu sosial ke ilmu eksak menurut saya sangat mengasyikkan, saya menjadi belajar hal baru lagi dari awal. Tidak ada ilmu yang sia-sia menurut saya, ilmu sosial yang selama ini saya pelajari masih sangat digunakan dalam pekerjaan saya saat ini. Ilmu sosial sangat applicable di berbagai kondisi. Ilmu bagaimana mempelajari tentang orang lain, cara berkomunikasi, dsb sangat membantu saya selama bekerja di bidang yang baru ini.

I think it’s just a blessing. Saya sangat bersyukur dapat mempelajari 2 ilmu yang berbeda, pun di pekerjaan saya dua-duanya dibutuhkan. Sekarang sudah 15 tahun saya berkarir di industri yang berbeda ini, tapi justru saya merasa this is where I belong to. Saya merasa jauuuuh lebih bahagia jika dibandingkan saat saya sedang kuliah. Dan hingga akhirnya, saya memutuskan untuk tetap melanjutkan karir di bidang finance ini.

Prinsip yang masih dan akan saya pegang adalah bagaimana kita melakukan pekerjaan yang kita sukai dan kemudian dibayar. Sehingga pergi ke kantor bukanlah menjadi sesuatu kewajiban yang hanya membebani hidup.

Kategori: Perubahan Karir

Baca Juga:

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments