Jebakan Lulusan Teknik

Resmi menjadi ‘engineer’

Sebagai lulusan S1 Teknik dengan IPK tinggi, ekspektasi nya bekerja sebagai engineer di sebuah perusahaan besar. Tapi ternyata tidak seindah harapannya.

Saya melamar pekerjaan untuk posisi ‘Technical Support Engineer’ di sebuah perusahaan swasta besar. Untuk posisi ini, perusahaan tersebut memang mencari lulusan Teknik dimana job description juga sesuai dengan apa yang menjadi pekerjaan seorang Enginer.

Mengikuti tahap interview yang terbilang singkat dan akhirnya saya mendapat offer letter dari perusahaan tersebut. Senang sekali akhirnya mendapat pekerjaan sebagai seorang Engineer apalagi kantor nya berlokasi di daerah Thamrin, benar-benar pusat Jakarta.

Hari pertama masuk kerja, ketika mulai berkenalan dengan satu department, saya mulai merasa ada yang aneh. Beberapa dari mereka pertanyaannya sangat membingungkan, “Kok mau masuk sini?”, “Kamu lulusah Teknik juga? Kenapa milih disini?” Saat pulang kantor pun ada yang bertanya, “Gimana hari pertama, kerasa ga jebakannya?”

KenyataanEkspektasi mulai tidak sesuai

Jujur bingung, karena masih merasa tidak ada yang salah saat itu. Tapi selang satu bulan, saya mulai mengerti, dan kecewa. Ternyata apa yang saya kerjakan sehari-hari sangat jauh dari apa yang namanya seorang engineer, hampir semua kerjaan adalah berkaitan dengan administrasi, tidak ada sama sekali berkaitan dengan engineering seperti yang saya harapkan. Sangat berbeda dengan apa yang tertulis di job description ketika saya melamar.

Saat itu baru sadar dan mengerti apa yang menjadi keluhan sebagian besar teman-teman kerja saya, sesama lulusan Teknik. Kekecewaan ini juga menjawab kenapa fresh graduate yang masuk department ini cepat sekali resign, paling lama 1 tahun. Keresahan makin terasa ketika beberapa bulan kemudian, kepala department mengganti title posisi untuk semua karyawan di bawah departmentnya menjadi ‘Claim Handling Support’.

Saya cuma bisa menerima, apalagi aturannya di terapkan untuk satu department. Di balik kesedihan dan kekhawatiran bagaimana karir saya sebagai seorang engineer kedepannya, ini menjadi pelajaran beharga: job vacancy bisa dibuat layaknya sebuah iklan, dimana yang tertulis tidak sesuai dengan kenyataannya. Sebagai fresh graduate, kita harus berani tanya secara detail dan merinci mengenai sebuah job vacancy, posisi nya, dan job descriptionnya, jangan takut untuk mencurigai jika ada yang aneh, supaya tidak masuk jebakan batman dari perusahaan!

Kategori: Awal Karir / Recruitment

Baca Juga:

Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Nilam
Nilam
8 months ago

Relatable banget! Masuk kerja pertama, belom tau apa-apa, tau2 jobdesc nggak sesuai dengan yanga wal dikasih tau