Meludah di Ladang Emas

Pernah ga sih lo, merasa bangga banget udah keterima di suatu perusahaan yang sebelum keterima, lu udah research sana sini, dan ternyata doi (si perusahaan) termasuk Fortune 500, leading in technology, jaminan karir tinggi, exposure, learning curve tinggi, dll, dll. Well, gue pernah ngalamin, dan ini pengalaman plot twist kerja gue hingga gue resign 😀 yang mungkin lu juga pernah ngalamin.

kerja mengumpulkan emas sampai resign

Kebahagiaan naif seorang fresh graduate

Saat lu keterima dan menginjakkan kaki di hari pertama di kantor, rasa bangga, jumawa, pokoknya happiness at its finest deh. Kebetulan ini first job gue, dan tentu lebih berasa lagi senengnya. Di kantor ini divisi gue terutama, 80-90% itu isinya anak2 seumuran gue, quite positive vibes bgt nih, anak2 muda yang kesannya pada workaholic, seru, productive, self-driven, etc.

Yap dan benar mereka semua sangat positive, terutama 3 bulan pertama sangat gue rasakan learning curve nya se-kacau itu tingginya. Traveling over 500km per week, meeting dengan 20-30 orang per minggu, kalo ada kesulitan langsung dimentor sama senior (yang umurnya sama kek gue), professional dan sangat insightfull pastinya. Hampir udah gatau waktu dah kalo kerja, sabtu pun ada jadwal.

Singkat cerita, 3 bulan gue lolos probation dengan cemerlang, langsung diassigned territory baru yang gede nya ga make sense untuk di pegang 1 orang. Jalan 6 bulan gue makin ter-expose banyak industrial cases baru, ketemu orang baru, ngeliat high tech factory kapasitas 300 orang tapi cuma 50 org yang kerja., sisanya robot. Holy moly! What a year to live in! Gue amat bangga bisa mengalami semuanya, bisa kerja ditempat ini. Ilmunya ga kira2 sih.

My boss is a number worshiper

Disitu gue mengetahui karakter2 orang di dunia kerja yang, passion gue, work-life balance yang cocok .
Nah, again, bicara masalah orang, BOSS adalah orang yang paling sering di gibahin. Yes, boss gue direktur gue, koplak semua. Dia melihat bawahannya sebagai alat, kurang approach personal, semua by angka yang pada akhirnya kita semua, you know lah, somehow manipulasi biar mereka bahagia. Setiap Senin pagi itu hari yang paling kita semua benci, dimana semua kumpul untuk di-judge by angka performa mereka minggu kemarin gimana (bukan last month atau last year man, last week!)

“No you don’t understand, You don’t focus, why this, why that, why no perform. LOL” There is a limit how people can so obsessed to numbers. But he has no limit! Sure enough he’ll carry those numbers to his death. Teknologi boleh maju, angka boleh diikutin, target boleh tinggi, tapi semua itu bukan untuk disembah bapak, kau pikir kantor ini itu aliran keagamaan?!

Memutuskan resign

Longstory short, gue resign setelah 1,5 tahun-an karena mau nikah dengan mengendapkan semua rasa benci, mensyukuri semua pengalaman, exposure, teman, customers, high tech thingy, all is well embraced be part of me that I carry to this day. Kantor ini orang bilang kalo kerja disini, umur 25 lu beli mobil, 30an lu beli rumah, 40 lu masuk kuburan. Muahaha. It’s a diamond hole to sell your soul !!!

Key Takeaways nya adalah, semua yang lu alami di tempat kerja adalah milik lu sendiri, semua orang yang lu temuin adalah investasi lu masa depan, skill yang lu kuasai menjadi senjata lu melangkah ke tempat yang lebih baik 😊. So baik buruk, semua membuat kita develop diri kita better dari sebelumnya.

Kategori: Awal Karir / Drama Kantor

Baca Juga:

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments