Pengalaman Lebaran di Kantor

Saya punya pengalaman bekerja sebagai seorang engineer di sebuah pabrik ban di Cikarang. Lulus dari jurusan S1 Teknik Elektro memang cukup sesuai dengan karir saya saat itu. Berhubung saat ini sedang suasana ramadhan, saya jadi teringat masa-masa ramadhan saya selama 4 tahun bekerja disana.

Ramadhan bagi sebagian besar karyawan identik dengan THR dan mudik tentunya, namun ini sedikit berbeda dengan kita yang berkarir sebagai engineer pabrik, apalagi yang masih pemula.

Perkara THR? Alhamdulillah masih sesuai. Mudik? Beda cerita. Selama 4 tahun saya gak bisa mudik lebaran karena harus melakukan maintenance mesin ketika orang-orang lain mudik libur lebaran.

Momen libur lebaran digunakan untuk melakukan maintenance mesin karena pastinya tidak ada produksi selama libur lebaran sehingga waktu kosong ini dapat digunakan untuk melakukan perbaikan-perbaikan penting pada mesin. Yang melakukan maintenance? Tentu saja kami para engineer.

Nah selama 4 tahun gak bisa lebaran bareng keluarga sedih gak tuh? Kalau saya pribadi yaaa plus minus lah, ada sedihnya, tapi pas dapet uang lemburnya sedihnya ilang sih hahaha. Karena lembur saat libur lebaran itu hitungannya beda, apalagi kalau saat hari H lebaran dan H+1, itu hitungannya 3x lembur biasa. Auto banyak uang deh kita dan jadi gak banyak pengeluaran karena gak perlu mudik.

Memang pendapat ini pasti gak berlaku untuk semua orang, tapi buat saya sebagai pemula saat itu saya gak ada masalah, dan toh ini juga gak akan terjadi seumur hidup, karena biasanya untuk engineer yang sudah senior itu gak perlu ikut mengawasi full untuk kegiatan maintenance lebaran ini. Plussss buat seorang pemula, momen kaya gini ilmu engineering-nya tuh banyak banget yang bisa dipelajari, kapan lagi bisa liat jeroan-jeroan mesin kalo ga pas lagi mati mesinnya. So, yaa bawa enjoy aja ya.

Kategori: Awal Karir

Baca Juga:

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments