Pindah-Pindah Bidang Karir, Memang Masih Bisa?

Ketertarikan saya terhadap fisika dan dunia penerbangan mengarahkan saya untuk mengambil jurusan teknik saat kuliah, lebih tepatnya saya mengambil jurusan teknik elektro (setelah gagal mendapatkan teknik penerbangan). Setelah lulus kuliah, perusahaan yang saya incar tidak lain adalah perusahaan penerbangan. Begitu banyak lowongan yang sudah saya coba tapi hasilnya selalu mengecewakan. Akhirnya saya diterima di sebuah perusahaan swasta dan berperan sebagai salah satu engineer disana. Sayangnya, pekerjaan itu tidak bisa saya teruskan karena kondisi finansial kantor yang tidak membaik dan kesempatan untuk berkembang sangatlah minim. Akhirnya, kembalilah saya dalam masa pencarian pekerjaan.

Suatu hari, seorang senior di kampus mengajak saya membantunya di sebuah gerakan non profit di bidang pendidikan yang sedang dia rintis. Karena masih dalam tahap pencarian kerja, saya rasa tidak masalah jika saya ikut membantunya. Sejak kuliah, saya memang menaruh perhatian di bidang pendidikan. Menurut saya pendidikan adalah salah satu cara paling ampuh untuk memperbaiki kondisi Indonesia yang carut marut di berbagai bidang. Awalnya hanya membantu sebagai relawan tapi lama kelamaan saya ditawari untuk bekerja secara penuh waktu disana. Di tengah sulitnya pencarian pekerjaan saat itu, saya jadi mempertimbangkan apakah saya lebih cocok di bidang pendidikan dan mulai meninggalkan bidang engineering.

Akhirnya saya terima tawaran tersebut dan bekerja disana selama penuh waktu. Singkat cerita saya membantu di organisasi tersebut selama 3.5 tahun. Dalam perjalanan 3.5 tahun tersebut saya belajar banyak hal, terutama dalam hal merintis suatu organisasi dari nol, belajar punya anggota tim, memikirkan sustainability organisasi, intinya saya merasa soft skill saya cukup terasah. Namun, dalam hard skill saya merasa sangat stuck, saya kesulitan mendalami bidang ini dan saya tidak terlalu bersemangat mendalaminya. Di sisi lain, kerinduan saya bekerja di bidang engineering masih terus muncul. Saya masih terus penasaran bagaimana suatu teknologi bekerja dan bisa dimanfaatkan untuk menolong banyak orang. Ya, tidak spesifik di bidang penerbangan lagi, tapi lebih luas, teknologi apapun yang bisa menolong banyak orang.

Dengan pertimbangan tersebut, saya akhirnya memutuskan untuk kembali terjun ke bidang ICT (Information, Communications, and Technology). Namun, saya tahu perjalanannya tidak akan mudah. Usia sudah mendekati akhir 20-an dan saya tidak punya banyak pengalaman di bidang tersebut. Setelah menceritakan keinginan saya ke beberapa orang terdekat, mereka mendukung keputusan saya. Saya coba lakukan beberapa persiapan untuk itu, salah satunya adalah memperlengkapi diri dengan hard skill yang mungkin saya butuhkan di pekerjaan yang baru. Puji Tuhan, setelah beberapa bulan pencarian, saya diberi kesempatan mendapat pekerjaan yang baru. Saya diterima di sebuah kantor yang bergerak di bidang ICT untuk menolong saudara-saudara kita di daerah 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal).

Saya senang sekali di kantor yang sekarang saya bisa menggabungkan dua bidang yang sangat saya pedulikan, pendidikan dan teknologi. Sejujurnya, sampai hari ini saya masih berjuang mengejar ketertinggalan saya dalam bidang ini. Tapi tidak masalah, saya senang menjalaninya dan mau terus belajar lagi. Menurut saya, tidak ada kata terlambat, selama kita masih hidup, kita masih punya kesempatan untuk berkarya di manapun ditempatkan.

Kategori: Perubahan Karir

Baca Juga:

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments